Stop, Cyber Bullying

Teman-teman, tahukah kalian apa itu cyber bullying? Cyber Bullying adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui media sosial. Media sosial sering menjadi penyebab terjadinya cyber bullying, salah satunya adalah instagram. Instagram merupakan penyebab pertama kasus cyber bullying dengan kasus paling banyak.

Cyber bullying yang terjadi  karena remaja itu diejek, dihina, atau dipermalukan oleh remaja yang lain di media sosial sehingga menimbulkan rasa tersinggung. Biasanya anak yang dibully akan membalas dengan ejekan pula. Hal ini membuat mereka saling serang dengan kata-kata kasar, kotor, atau jorok. Lebih parah lagi bila remaja yang kena cyber bullying mengeshare atau mengadu kepada teman-teman grupnya melalui Whats App (WA) maka perseteruan semakin hebat. Akibatnya, mereka bisa berkelahi atau tawuran. Wah, gawat, kan, teman-teman?

 Namun, bila remaja yang terkena cyber bullying itu anak yang pendiam, penakut, atau tidak suka dengan permusuhan, ia tidak akan membalas hinaan atau ejekan itu dengan hal yang sama. Ia mungkin akan menjauhkan diri dari dunia maya karena ia merasa takut, malu, rendah diri, atau merasa diremehkan. Kasihan, kan, teman-teman? 

Dengan melihat dampak cyber bullying tersebut, apakah kita tega membully teman kita atau sebaliknya maukah kita terkena  cyber bullying? Tentu saja kita berharap tidak mengalami hal seperti itu. Untuk itu, kita harus mencegah terjadinya cyber bullying. Bagaimana caranya? Kita jangan memosting hal-hal yang bersifat negatif; kita harus pintar memilih teman di sosial media; kita tidak sembarangan berbicara di media sosial; hindari postingan yang aneh dan berlebihan.

Sebagai remaja, saya berharap tidak ada cyber bullying di antara kita. Baik antarteman  sekolah, teman sepermainan, maupun teman di luar sekolah kita. Stop cyber bullying, hindari permusuhan, pererat tali persahabatan di antara kita.

Penulis : Wingky  Yusuf Maulana 8C
Editor : Fina Durotun

Rekreasi Sambil Belajar Bahasa Tegal di Clirit View

Tim Redaksi Aksiroma mengunjungi Clirit View Wana Wisata Kalibakung (foto: Wingky)

Hai, teman-teman, sudah pernah berkunjung ke Clirit View Wana Wisata apa belum? Itu lho objek wisata baru  di Kabupaten Tegal yang sedang heboh. Kalau belum pernah ke sana, saya akan bagikan pengalaman pada waktu jalan-jalan ke sana.

Clirit View Wana Wisata adalah objek wisata alam hutan cemara yang dihiasi dengan taman untuk berswafoto. Lokasinya berada di hutan cemara Desa  Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Teman-teman yang mau ke sana bisa lewat jalan raya Banjar Anyar lurus melewati SMA 1 Balapulang terus  lurus, sampai di pertigaan Balai Desa Kalibakung belok ke kiri. Setelah melewati tanjakan, ada pertigaan belok ke kanan beberapa meter. Dari situ sudah kelihatan lokasinya.

Tim Aksiroma mengunjungi Objek Wisata Clirit View di desa Kalibakung Kecamatan Balapulang (video: Redaksi Aksiroma)

Sebelum memasuki tempat wisata Clirit View saya harus membeli tiket masuk sebesar Rp 10.000,00 per orang. Setelah itu, saya memasuki pintu gerbang yang bertuliskan Clirit View Wana Wisata kemudian jalan-jalan mengelilingi objek wisata tersebut. Di sana ada beberapa rumah  adat diantaranya rumah adat Bali dan Yogyakarta. Di bawah rindangnya pohon cemara, terdapat taman bunga , kolam ikan, sarang burung raksasa, garden rabbit, dan balon raksasa.

Para pengunjung berswafoto di tempat-tempat tersebut. Menurut salah satu pengelola Clirit View, Bapak Karim, tempat favorit untuk berswafoto adalah balon raksasa dan kolam ikan. Balon berukuran besar dengan warna-warni pelangi itu diminati pengunjung untuk berfoto. Begitu pula kolam ikan, banyak pengunjung yang ingin mengambil gambar di sekitar kolam. Mereka rela mengantre menunggu pengunjung lain yang sedang berfoto ria.

Papan kosakata Bahasa Tegal di Clirit View Wana Wisata Kalibakung (foto: Wingky)


Selain taman dan tempat-tempat untuk berswafoto tersebut, di Clirit View ada pula kamus basa Tegal. Tempat tersebut tidak terlalu luas, kira-kira 4m x 4m. Di sana terpajang papan-papan kayu bertuliskan kosa kata berbahasa Tegal. Ada kata enyong, ora, meyeg, toli,anjog, ruwag, tarok, dan  masih banyak kata lainnya yang terdapat pada kamus basa Tegal. Bagi orang asli Tegal, kata-kata tersebut bisa mudah dipahami artinya, tetapi bagi orang di luar Tegal, mungkin kata-kata dalam bahasa Tegal ada yang tidak dipahami artinya. Nah, dengan adanya kamus basa Tegal ini merupakan tempat belajar bahasa Tegal yang menarik dan tidak membosankan. Sambil bersenang-senang kita dapat belajar bahasa pula.

Sebagai orang asli Tegal, saya merasa senang dan bangga dengan adanya kamus basa Tegal itu. Saya baru menemukan obyek wisata yang  menyenangkan sekaligus bisa dijadikan tempat belajar bahasa. Semoga pengunjung tertarik membaca kamus basa Tegal.

Penulis: Sumnia 8A
Editor: Nur Rahmawati



Gara-gara Handphone

Nita adalah seorang anak yang rajin dan pintar di sekolahnya. Hampir semua pelajaran mendapat nilai yang tinggi. Ia juga selalu mendapat pujian dari guru-guru berkat kecerdasan dan keuletannya. Namun, Nita selalu dihina dan diejek oleh teman-temannya di sekolah karena dianggap cupu dan kurang gaul. Lama-kelamaan, Nitapun lelah dengan ejekan teman-temannya itu, karena tidak mempunyai HP.

Nitapun merengek pada orang tuanya minta dibelikan HP. ”Bu, aku mau HP!” ucap Nita dengan nada tinggi.

”Ada apa, Nak? Tidak biasanya kamu seperti ini?” tanya Ibu Nita.

“Aku cape Bu…terus-terusan diejek teman-teman,” jawab Nita. Akhirnya orang tua Nita membelikan HP untuk Nita, karena terus saja merengek.

Sejak memiliki HP, Nita tidak melakukan kebiasaannya yaitu belajar. Bahkan, nasihat dan perintah orang tuanya tidak ia kerjakan, karena sibuk bermain HP terutama main game.

Tidak terasa, Ulangan Kenaikan Kelas  pun tiba. Akibat sibuk dengan  HP– nya, nilai Nita jadi menurun .Nita yang dulu selalu mendapat peringkat 1 di kelasnya, kini menurun, tidak mendapat peringkat. Hal ini membuat gurunya kecewa.

”Nita, kenapa peringkat kamu menurun? Coba cerita pada Ibu,” ucap Bu Rani, selaku guru Nita.

”Karena … HP...  Bu,” jawab Nita terbata-bata.

“ Nita, kamu boleh bermain HP, tetapi jangan sampai memengaruhi pelajaran. Kamu harus bisa membagi waktu antara belajar dan bermain HP.” kata Bu Rani.

”Iya Bu…”jawab Nita.

 Walau begitu, Nita tidak menjalankan nasihat gurunya itu. Ia tetap asyik main game, mencari kenalan lewat facebook. Dan yang paling menyita waktunya adalah nonton drama Korea hingga berjam-jam setiap harinya. Beberapa minggu kemudian, Nita merasakan sakit di bagian matanya.

”Aduh,  mataku kenapa ini, kenapa sakit sekali….?”

Karena sering mengeluh kesakitan, Nitapun dibawa orang tuanya ke dokter untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Nita mengalami kerusakan mata akibat cahaya dari HP yang selalu ia mainkan. Karena itulah, Nita harus memakai kaca mata. Dokter menyarankan agar Nita tidak terlalu sering main hand phone.

Nita baru sadar, kalau ternyata HP memberikan pengaruh buruk baginya.

“Ya ampun, ternyata selama ini aku salah dalam menggunakan HP. Baiklah, mulai sekarang aku tidak akan menggunakan HP kecuali ada kepentingan darurat saja.”

“Bu, Nita titip HP, ya. Kalau Nita butuh, baru kuambil,” kata Nita sambil menyerahkan HP bergambar hello kity kesayangannya.

“Selamat tinggal , Hello Kity. Kapan-kapan kita bersama lagi,” ucap Nita sambil menatap hand phone yang dipegang ibunya.

Kini Nita kembali memiliki semangat untuk belajar. Perlahan ia mulai melupakan HP miliknya. Ia pun kembali menjadi juara kelas berkat semangat belajarnya. Guru Nita merasa senang karena Nita kembali semangat dalam belajar.

Penulis : Sumnia Hayati  8C  
Editor : Fina Durotun Nafisa

Rengginang Panvora

Rengginang Panvora dari bahan nasi berkat (foto: Nur Rahmawati)
  • Bahan-bahan :

    Nasi                                       1 piring
    Ketumbar                            1 sdm
  • Tepung maizena               2 sdm
  • Bawang putih                     3 siung
  • Garam                                  secukupny
  • Minyak goreng                  0,5 liter

Alat-alat

  • Cetakan kue
  • Baskom
  • Penggorengan
  • Dandang
  • Nampan atau Tampah

Cara Pembuatan

  1. Masukkan nasi ke dalam dandang,  panaskan selama 5 menit
  2. Pindahkan nasi ke baskom
  3. Haluskan bumbu : bawang putih, ketumbar
  4. Taburkan bumbu dan garam secukupnya , aduk hingga merata
  5. Tambahkan tepung maizena , aduk-aduk  lagi
  6. Masukkan nasi ke dalam cetakan kue
  7. Jemur nasi yang sudah dicetak di bawah sinar matahari yang terik sampai kering
  8. Goreng dengan api agak besar hingga matang
  9. Rengginang Panvora siap disantap sebagai cemilan
Tutorial pembuatan rengginang panvora

Oleh: Fina Durotun Nafisah 8C

Ekstrakurikuler Tari

Para siswa sedang mengikuti ekstrakurikuler tari (foto: Nia)

Di SMP N 2 Margasari ada beberapa ekstrakurikuler yang dilaksanakan setelah KBM. Beberapa ekskul tersebut diantarannya:  pramuka, Paskibra, PMR (Palang Merah Remaja),  drumband, silat, tari, bola voli.
Ekstrakurikuler tari dilaksanakan setiap hari Kamis setelah kegiatan belajar mengajar atau KBM. Siswa yang mengikuti ekskul ini biasanya memakai baju olah raga saat pelatihan. Ekstakurikuler tari dibina oleh Sri Diyah Ayu N., S.Pd. selaku guru seni budaya di SMP N 2 Margasari. Ekstrakulikuler tari diikuti oleh 30 siswa putri kelas 7 dan 8.

Materi yang diajarkan dalam ekskul tersebut adalah tari Sintren. Tari Sintren adalah kesenian tradisional masyarakat Jawa, khususnya Cirebon. Beberapa gerakan dalam tari sintren antara lain:  gerakan pinggul 2 kali kekanan dan kekiri,  gerakan tangan melambai ke atas, gerakan tangan  melambai ke sebelah kanan dan kiri pinggul, gerakan tangan dilambaikan ke atas dan ke bawah dekat dengan lengan kanan dan kiri, dan masih ada gerakan lainnya.

Hampir setiap  tahun SMPN 2 Margasari mengikuti lomba tari dari tingkat kecamatan sampai tingkat kabupaten.  Tahun 2018 menjadi juara 2 tingkat kecamatan Margasari.

Penulis: Alfiyah Azzahra   8A
Editor: Fina Durotun

Ekstrakurikuler Pramuka

Penggalang SMP N 2 Margasari sedang berlatih semaphore (foto: Fina D)

Pramuka merupakan ekstrakurikuler  yang wajib diikuti oleh siswa kelas 7 dan 8 di SMP Negeri 2 Margasari. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat dari pukul 13.30 sampai dengan pukul 15.30. Ekstrakurikuler ini diikuti oleh penggalang kelas 7 yang berjumlah 256 dan penggalang kelas 8 berjumlah 255. Mereka berseragam Pramuka lengkap, berhasduk dan bertopi pramuka. Pada saat kegiatan mereka peralatan latihan yaitu alat tulis, tongkat, tali pramuka, bendera regu masing-masing, bendera semapur, dan lain-lain.

Kegiatan ekskul ini dibina oleh  Kakak Husni Subhan,S.Pd., Kakak  Sri Wulandari, Kak Abdul Karim, S.Pd.,Kak Hepi Rahmawati, S.Pd. dan dibantu oleh regu inti kelas 8. Mereka menyampaikan materi kegiatan yaitu baris-berbaris, tali-temali, P3K, semapur, lagu-lagu Pramuka, dan sebagainya. Pada waktu tertentu, ada juga petugas lain dari luar sekolah yaitu DKR yang memberikan materi kepramukaan.

Urutan kegiatan yang dilaksanakan dalam ekskul ini adalah upacara pembukaan dengan petugas dari tiap-tiap regu secara bergantian. Setelah itu dilakukan penandatanganan datar hadir, dilanjutkan kegiatan inti yaitu pemberian materi kepramukaan yang disampaikan oleh kakak pembina dan  kakak regu inti. Sebelum upacara penutupan latihan, ada kegiatan bernyanyi dan yel-yel yang membuat penggalang senang dan semangat.

Penulis: Nafisa 8C
Editor : Nur Rahmawati

 

Ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)

Paskibra sedang berlatih untuk persiapan upacara HUT RI ke-74 di sekolah (foto: Alfiyah Azzahra Aulia Putri)

Setiap hari Sabtu di SMPN 2 Margasari dilaksanakan ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Latihan Paskibra ini dilaksanakan setelah pulang sekolah dari pukul 14.30 sampai dengan 15.30. Dengan adanya kegiatan ini bertujuan untuk mendisiplinkan siswa-siswi SMPN 2 Margasari dan melatih keterampilan siswa dalam baris berbaris.

Kegiatan ini diikuti oleh 40  siswa-siswi SMPN 2 Margasari dengan pembina Ibu Tri Yuli Puspita, S.Pd. dibantu oleh Arjuna Prasetya dari kelas 9A sebagai motivator dan 3 alumni SMP N 2 Margasari yang melanjutkan sekolah di SMA Margasari sebagai pelatih. Selain itu, sebulan sekali mendatangkan pelatih dari Koramil Margasari.

Dalam ekstrakurikuler ini diberikan berbagai materi seperti  baris-berbaris, kedisiplinan, dan kerapian. Peserta ekskul ini dilatih untuk selalu siap menjadi petugas upacara baik di sekolah maupun di luar sekolah. Pada upacara Hari Besar Nasional dan upacara khusus merekalah yang  menjadi petugas upacara.   Kalau upacara bendera yang dilaksanakan rutin setiap hari Senin mereka menjadi pelatih bagi kelas yang bertugas upacara.

Peserta ekstrakurikuler Paskibra ini juga ikut dalam karnaval sebagai pasukan terdepan. Saya sangat senang dan bangga mengikuti ekstra Paskibra karena dengan mengikuti ekstrakurikuler Paskibra ini saya jadi lebih disiplin dan lebih mantap dalam menguasai teknik baris berbaris.

Peserta ekstrakurikuler Paskibra ini juga ikut dalam karnaval sebagai pasukan terdepan. Saya sangat senang dan bangga mengikuti ekstra Paskibra karena dengan mengikuti ekstrakurikuler Paskibra ini saya jadi lebih disiplin dan lebih mantap dalam menguasai teknik baris berbaris.

Penulis: Alfiyah Azzahra Aulia Putri 8A
Editor   : May Saroh 8A

Ekstrakurikuler Voli

Spenduma Volly Group sedang berlatih bola voli di lapangan sekolah (foto: May Saroh)

SMP Negeri 2 Margasari mengadakan beberapa kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu diantara ekskul tersebut adalah bola  voli yang di laksanakan setiap hari Selasa mulai pukul 14.30 sampai dengan pukul 15.30.  Kegiatan ekskul ini dibina oleh Abdul Karim, S.Pd. selaku guru olahraga di SMP N 2 Margasari dan dibantu oleh Asri Sasi Ramadhan kelas 9A.

Ekstrakurikuler voli diikuti oleh siswa kelas 7 dan  8, baik putra maupun putri. Ekstrakurikuler voli  memuat berbagai materi latihan antara lain:  pasing bawah, pasing atas, servis atas, servis bawah, dan lain sebagainya.

Dari kegiatan ekskul ini terbentuk satu regu inti atau unggulan putra dan putri dengan nama  Spenduma Volly Group .Tim unggulan ini sudah sering melakukan turnamen di berbagai pertandingan voli  di tingkat kecamatan. Dalam Rangka HUT RI ke-74  tingkat Kecamatan Margasari  tim ini mengikuti pertandingan bola voli pada tanggal 8 Agustus 2019 di SMP Negeri 3 Margasari. Alhamdulillah dalam  pertandingan tersebut  mendapat juara 3. Meskipun baru bisa menang di tingkat kecamatan, kami bangga terhadap tim voli di sekolah kami karena mereka berlatih dengan semangat yang tinggi. Semoga tahun depan ekskul voli lebih baik dan menghasilkan tim unggulan yang lebih hebat lagi.

Penulis: May Saroh 8A
Editor  : Nur Rahmawati   

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai