Gara-gara Handphone

Nita adalah seorang anak yang rajin dan pintar di sekolahnya. Hampir semua pelajaran mendapat nilai yang tinggi. Ia juga selalu mendapat pujian dari guru-guru berkat kecerdasan dan keuletannya. Namun, Nita selalu dihina dan diejek oleh teman-temannya di sekolah karena dianggap cupu dan kurang gaul. Lama-kelamaan, Nitapun lelah dengan ejekan teman-temannya itu, karena tidak mempunyai HP.

Nitapun merengek pada orang tuanya minta dibelikan HP. ”Bu, aku mau HP!” ucap Nita dengan nada tinggi.

”Ada apa, Nak? Tidak biasanya kamu seperti ini?” tanya Ibu Nita.

“Aku cape Bu…terus-terusan diejek teman-teman,” jawab Nita. Akhirnya orang tua Nita membelikan HP untuk Nita, karena terus saja merengek.

Sejak memiliki HP, Nita tidak melakukan kebiasaannya yaitu belajar. Bahkan, nasihat dan perintah orang tuanya tidak ia kerjakan, karena sibuk bermain HP terutama main game.

Tidak terasa, Ulangan Kenaikan Kelas  pun tiba. Akibat sibuk dengan  HP– nya, nilai Nita jadi menurun .Nita yang dulu selalu mendapat peringkat 1 di kelasnya, kini menurun, tidak mendapat peringkat. Hal ini membuat gurunya kecewa.

”Nita, kenapa peringkat kamu menurun? Coba cerita pada Ibu,” ucap Bu Rani, selaku guru Nita.

”Karena … HP...  Bu,” jawab Nita terbata-bata.

“ Nita, kamu boleh bermain HP, tetapi jangan sampai memengaruhi pelajaran. Kamu harus bisa membagi waktu antara belajar dan bermain HP.” kata Bu Rani.

”Iya Bu…”jawab Nita.

 Walau begitu, Nita tidak menjalankan nasihat gurunya itu. Ia tetap asyik main game, mencari kenalan lewat facebook. Dan yang paling menyita waktunya adalah nonton drama Korea hingga berjam-jam setiap harinya. Beberapa minggu kemudian, Nita merasakan sakit di bagian matanya.

”Aduh,  mataku kenapa ini, kenapa sakit sekali….?”

Karena sering mengeluh kesakitan, Nitapun dibawa orang tuanya ke dokter untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Nita mengalami kerusakan mata akibat cahaya dari HP yang selalu ia mainkan. Karena itulah, Nita harus memakai kaca mata. Dokter menyarankan agar Nita tidak terlalu sering main hand phone.

Nita baru sadar, kalau ternyata HP memberikan pengaruh buruk baginya.

“Ya ampun, ternyata selama ini aku salah dalam menggunakan HP. Baiklah, mulai sekarang aku tidak akan menggunakan HP kecuali ada kepentingan darurat saja.”

“Bu, Nita titip HP, ya. Kalau Nita butuh, baru kuambil,” kata Nita sambil menyerahkan HP bergambar hello kity kesayangannya.

“Selamat tinggal , Hello Kity. Kapan-kapan kita bersama lagi,” ucap Nita sambil menatap hand phone yang dipegang ibunya.

Kini Nita kembali memiliki semangat untuk belajar. Perlahan ia mulai melupakan HP miliknya. Ia pun kembali menjadi juara kelas berkat semangat belajarnya. Guru Nita merasa senang karena Nita kembali semangat dalam belajar.

Penulis : Sumnia Hayati  8C  
Editor : Fina Durotun Nafisa

Diterbitkan oleh AKSIROMA

Media pengembangan literasi siswa SMP Negeri 2 Margasari

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai