Objek Wisata Resto Gumuk Resort

Pemandangan Resto Gumuk Resort dihiasi lampu dan lampion warna-warni (foto: Dimas)

Teman-teman, di Pakulaut ada tempat wisata baru, namanya Resto Gumuk Resort. Objek wisata ini sedang trending dan heboh di Desa Pakulaut dan sekitarnya. Objek wisata baru ini berada  di samping Masjid Al-Akbar bersebelahan dengan SD Negeri Pakulaut 02 Pedukuhan Gumuk, Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari. Menurut penjelasan Bapak Akbar, pendiri Resto Gumuk Resort, sekaligus pendiri Masjid Al-Akbar, tempat wisata ini dibangun pada tahun 2018 dan diresmikan pada Jumat bulan Juli 2019. Di tempat ini ada sebuah restoran kecil dengan berbagai menu minuman dan makanan. Di sini juga banyak terdapat spot-spot foto yang menarik dan instagramable.

Meskipun baru dibuka, Resto Gumuk Resort banyak pengunjungnya. Biasanya pengunjung datang pada pagi hari dan sore hari. Udara di pagi hari terasa lebih segar dibandingkan pada siang hari karena berada di dekat sawah dan banyak pohon jati di sekelilingnya. Cukup dengan Rp5.000,00 pengunjung bisa berswafoto sepuasnya dan menikmati indahnya pemandangan hutan jati dan sawah Gumuk.

Pada malam hari Gumuk terlihat sangat indah karena ada banyak lampu warna -warni di sepanjang jalan menuju tempat itu dan lampion aneka bentuk  diantaranya berbentuk angsa yang bercahaya. Kata Bapak Akbar di Resort Gumuk juga terdapat peternakan ayam kampung dan hewan ternak unggas lainnya yang dijual.  Kita bisa membeli ayam potong segar langsung dari peternakan Gumuk.

Di Resto Gumuk Resort juga ada pasar kaget dan murah yang menyediakan berbagai macam sayur-mayur yang diadakan setiap hari Minggu. Kita tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar, karena telah disediakan warung makan untuk pengunjung. Warung tersebut berbentuk lesehan gazebo yang dihiasi lampu lampion. Menu makanan di sini diantaranya kwentiaw, bakso, mie ayam dan lain-lain.

Kalau kita berkunjung ke Resto Gumuk Resort  berarti kita  bisa bersantai, berfoto-foto, menikmati makanan, dan juga bisa berbelanja. Lengkap kan, teman-teman?  Selamat mengunjungi Resto Gumuk Resort, teman-teman.

Penulis: Nurahmawati  8A
Editor : Fina Durotun

Makam Syeh Maulana Mahribi

Makam Syeh Maulana Mahribi di Desa Danaraja Margasari (foto: Andika)

Makam Syeh Maulana Mahribi adalah sebuah makam yang terletak di Desa Danaraja Kecamatan Margasari. Makam ini dinamakan makam Syeh Maulana Mahribi karena salah satu makam yang ada di sana  merupakan makam salah satu tokoh ulama yang terkenal di daerah tersebut yang bernama Syeh Maulana Mahribi.  Makam ini berada di bagian ujung belakang makam-makam lainnya. Untuk menuju makam ini harus melalui beberapa pintu yang dijaga oleh seseorang yang  disebut juru kunci.

Tim Redaksi Aksiroma mewawancarai juru kunci makam Syeh Maulana Mahribi di Desa Danaraja Margasari


Makam ini sering dikunjungi oleh para peziarah tidak hanya dari Desa Danaraja, tetapi juga dari daerah lain. Menurut juru kunci makam, suasana di sana sangat ramai khususnya pada hari Jumat. Para perziarah berkunjung di sana untuk menengok makam keluarganya yang sudah meninggal. Suasana di sana juga sejuk dan tidak begitu mistis karena tempatnya dekat dengan rumah dan jalan raya. 

Di sekitar makam Danaraja banyak pohon rindang yang membuat suasana di sana menjadi sejuk.  Tempat ini dijaga oleh dua juru kunci yaitu Bapak Sakib dan Bapak Agus yang bertugas membersihkan dan menjaga lingkungan makam. Menurut Pak Sakib, beliau sudah menjadi juru kunci selama 10 tahun di tempat itu. 

Penulis: May Saroh  8A
Editor : Fina Durotun

SMP Negeri 2 Margasari Tampilkan Tari Simo Massal

Sejumlah 55 siswa SMP Negeri 2 Margasari menampilkan tari Simo di lapangan Margasari pada HUT ke-74 RI (foto: Resky)

Dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia, Kecamatan Margasari melaksanakan upacara bendera. Upacara dilaksanakan  hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019  di Lapangan Barat Margasari. Pukul 09.30 dilaksanakan Upacara Penaikan Bendera sedangkan Aubade dan Upacara Penurunan Bendera dilaksanakan sore hari pukul 16.00. Sebelum upacara dilaksanakan, ada penampilan kesenian dari para siswa di wilayah Margasari. Tujuannya untuk menarik perhatian masyarakat menyaksikan upacara di lapangan dan juga untuk  menghibur masyarakat Margasari.

Menurut Ani Sudiarti, S.Pd. selaku Seksi Upacara Tingkat Kecamatan Margasari, sekolah yang mengisi acara kesenian tahun ini adalah SMP Negeri 1 Margasari dan SMP Negeri 2 Margasari sebelum upacara penaikan bendera, sedangkan pada acara aubade yang tampil adalah SMK Bakti Praja dan SMA Muhammadiyah Margasari. Mereka menampilkan tari-tarian, puisi, silat, dan sendratari.

SMP Negeri 2 Margasari (Spenduma) menampilkan tari Simo yang dibawakan oleh 55 siswa-siswi kelas 7,8, maupun 9 yang mengikuti ekstrakurikuler tari. Mereka memadati lapangan, melakukan gerakan tari dengan kompak dan semangat. Menurut Sri Winarti, S.Pd. sebagai pelatih tari, ada 5 formasi dan 10 variasi gerakan dalam tari Simo ini. Gerakan tersebut menggambarkan seekor harimau atau simo yang gesit dan lincah. Pada saat 55 penari itu melakukan gerakan loncat diikuti dengan ucapan “hah…hah…” secara serempak, para tamu undangan dan para penonton memberikan tepuk tangan dengan meriah.

Siswa-siswi SMP Negeri 2 Margasari menampilkan tari Simo di Lapangan Barat Margasari dalam rangka HUT ke-74 RI (video: Redaksi Aksiroma)

Selain gerakan yang kompak, mereka juga mengenakan busana yang menarik perhatian penonton. Pakaian tari berwarna-warni, ada hijau, kuning, merah, hitam, kepala dihiasi iket (penutup kepala) ditambah  selendang berawarna-warni melilit di pinggang mereka. Tak hanya itu, mereka juga membawa tombak terbuat dari kayu yang dilapisi kertas berwarna silver mengkilap. Dan yang lebih menarik lagi mereka juga menunggang tiruan simo/harimau yang mirip kuda lumping.

Penulis: Resky Yoga 8H
Editor: Wingky Yusuf

Peringatan Idul Adha 1440 H di SMP Negeri 2 Margasari

Pengurus OSIS dan pengurus kelas dibimbing para guru sedang melakukan pemotongan dan pengemasan daging kurban (foto: Andika)

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha tahun 1440 H. SMP Negeri 2 Margasari mengadakan kegiatan latihan penyembelihan hewan qurban dan berbagai lomba pada hari Senin, 13 Agustus 2019.  Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di belakang mushola sekolah mulai pukul 07.30 dilanjutkan pemotongan daging yang dikerjakan oleh pengurus OSIS dan pengurus kelas dibimbing oleh guru dan karyawan TU. Dari 5 hewan qurban kambing yang dipotong menghasilkan 265 bungkus berisi kurang lebih 3 ons daging ditambah tulang dan jeroan. Daging tersebut dibagikan kepada siswa SMP Negeri 2 Margasari yang kurang mampu sebanyak 170 bungkus dan selebihnya diberikan kepada warga masyarakat Pakulaut dan sekitarnya.

Grup kelas 9A mengikuti lomba Gema Takbir dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1440 H (foto: Diva Ratu)

Selain penyembelihan hewan kurban, juga diadakan berbagai lomba. Ada lomba gema takbir, lomba pidato, dan lomba kaligrafi. Lomba gema takbir dilaksanakan di depan Mushola Al-Ikhlas untuk mengiringi penyembelihan hewan qurban. Lomba tersebut diikuti perwakilan tiap kelas yang berjumlah 10 putra dan 10 putri tiap kelompoknya. Kriteria penilaian lomba ini adalah kekompakan, suara, dan penampilan. Dewan juri Ibu Warti, S.P. dan Bapak Akh. Syaekhu, S.Pd. menetapkan kelompok kelas 7H, 7E, 8C sebagai juara 1, 2, dan 3  dalam lomba gema takbir tersebut. Lomba kaligrafi dilaksanakan di ruang kelas 7D diikuti 24 peserta dari kelas 7, 8, dan 9. Masing-masing peserta menulis lafad kalimat takbir, tahmid, dan lain-lain di atas kertas gambar ukuran A3 dengan alat krayon dan pensil warna. Dalam lomba tersebut yang menjadi juara 1, 2, dan 3 adalah Icha Agnescya 7D, Annas Natasya 9E, Zakaria Albaehaqi 7H.  Lomba lainnya adalah pidato. Lomba ini diikuti oleh 24 peserta perwakilan dari masing-masing kelas. Peserta menyampaikan materi pidato dengan tema Idul Qurban dalam waktu 5 sampai dengan 7 menit. Dewan juri menetapkan Fina Durotun Nafisa kelas 8C sebagai juara 1, Abdul Rozak kelas 9A sebagai juara 2, dan May Saroh kelas 8A sebagai juara 3.

Penulis: Alfiyah Azzahra 8A
Editor : Nur Rahmawati

Wawancara Idul Qurban di SMP Negeri 2 Margasari

Tim redaksi Aksiroma sedang mewawancarai ketua panitia peringatan hari raya Idul Kurban 1440 H (video: Tim Redaksi Aksiroma)

Pada hari Senin tanggal 12 Agustus 2019 telah diadakan kegiatan memperingati Hari Raya Idul Adha 1440 H di  SMP Negeri 2 Margasari. Saya, Diva Ratu Velisa, dari Tim Redaksi Aksi Roma (AR) akan mewawancarai Bapak Husni Subhan, S.Pd.(HS) selaku Panitia Peringatan Idul Qurban SMP Negeri 2 Margasari.

AR    : “Apa tujuan penyembelihan hewan qurban di SMP Negeri 2 Margasari, Pak?”

HS    : “Tujuan penyembelihan hewan qurban di SMP Negeri 2 Margasari adalah sebagai ajang latihan. Memang di sini semuanya masih anak-anak, harapan kami ketika anak-anak sudah dewasa maka mereka  akan mempunyai jiwa sosial sehingga mampu untuk melakukan korban yang sesungguhnya. Proses penyembelihan, pemotongan daging, pengemasan, dan pembagian akan dilakukan oleh siswa-siswi yang tergabung dalam pengurus OSIS dan pengurus kelas.

AR    : “Ada berapa ekor hewan qurban yang disembelih, Pak?”

HS    : “Hewan qurban yang disembelih ada 5 ekor kambing, yang akan dibagikan kepada siswa-siswi SMP Negeri 2 Margasari yang dirasa kurang mampu dan orang-orang     yang membutuhkan di sekitar Desa Pakulaut.

AR    : “Apa saja Pak, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Idul Adha ini?”

HS    : “Hari ini selain ada penyembelihan hewan qurban, dilakukan juga beberapa kegiatan lomba. Yang pertama adalah Lomba Gema Takbir, yang kedua Lomba Pidato yang bertema Idul Qurban, dan yang ketiga adalah Lomba Kaligrafi.”

AR    : “Apa harapan Bapak dari kegiatan ini?”

HS    : “Harapan kami dengan Lomba Gema Takbir tentu kami mempunyai wawasan untuk memilih siswa-siswi yang mempunyai potensi. Dan yang kedua lomba kaligrafi itu sangat bermanfaat sebagai ajang untuk menyeleksi anak-anak yang mempunyai bakat desain kaligrafi, dan yang ketiga lomba berkisah atau berpidato ini juga salah satu ajang untuk menyeleksi anak  yang berbakat tapi kurang terekspos dan melalui ajang seperti inilah kami dengan leluasa menilai siswa-siswi yang berprestasi di bidangnya masing-masing.”

Dan saya akan mencari informasi lebih lanjut mengenai kegiatan lomba-lomba dalam menyambut Hari Raya Idul Adha ini. Saya menuju ruang lomba pidato untuk mewawancarai Ibu Ani Sudiarti, S.Pd. selaku salah satu dewan juri lomba pidato.

AR    : “Apakah tujuan lomba pidato ini, Bu?”

AS    : “Jadi Lomba Pidato ini sebagai salah satu kegiatan untuk memperingati Idul Adha di sekolah kita ini. Pidato ini mengambil tema tentang keagamaan untuk melatih para siswa untuk terampil dalam kegiatan literasi. Salah satu literasi adalah menulis juga berbicara.”

AS    : “Lomba pidato ini diikuti oleh perwakilan dari kelas tujuh, delapan, dan sembilan, jadi semuanya  ada 24 peserta.”

AR    : “Terima kasih Ibu, atas waktu dan informasinya.”

Dan saya juga mewawancarai salah satu peserta lomba pidato yaitu Fina Durotun Nafisa.

AR    : “Maaf dengan siapa ini?”
FDN:”Fina.”
AR    : “Fina mendapat nomor urut berapa?”
FDN :”Nomor urut tujuh.”
AR    : “Apa saja persiapan yang dilakukan untuk mengikuti lomba pidato ini?”
FDN : “Saya berlatih terus dan menghafal teks tersebut di sekolah, di rumah, maupun di rumah teman saat berkumpul.”
AR    : “Apa harapan Fina untuk lomba pidato ini?
FDN : “Yaa, harapan saya semoga bisa juara satu.”
AR    : “Terima kasih Fin, semoga berhasil.”

Jadi itu laporan saya di SMP Negeri 2 Margasari dalam rangka kegiatan memperingati Idul Adha 1440 H tahun ini.

Penulis: Diva Ratu Velisa 8C


 

Ekstrakurikuler PMR

Praktik pertolongan pertama pada korban pingsan oleh peserta ekskul PMR (foto: Wingky)

Teman-teman, tentu kalian tahu apa PMR itu. Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah kegiatan remaja di sekolah atau lembaga pendidikan baik SD, SMP atau SMA dalam kepalangmerahan melalui kegiatan ekstrakurikuler.SMP Negeri 2 Margasari juga menyelenggarakan kegiatan PMR sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Ekskul yang dilaksanakan setiap hari Rabu ini diikuti 64 siswa berasal,dari kelas 7 dan 8 dibina oleh Bapak Aris Setyo Pratomo, S.Pd. dan Ibu Tri Yuli Puspita, S.Pd.

Kegiatan PMR dilaksanakan di kelas 7E mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 15.30 WIB. Materi yang diajarkan antara lain Kepalangmerahan, Pertolongan Pertama (PP), dan kepemimpinan. Apabila materi berupa praktik, kegiatan bisa dilaksanakan di lapangan sekolah atau tempat lain di luar sekolah, misalnya outbond. .Kegiatan outbond dilakukan PMR SMP Negeri 2 Margasari setiap hari Rabu ke-3 dalam satu bulan. Kegiatan  outbond ini berbentuk latihan soal PMR dan permainan. Sebelum outbond dimulai, peserta  membentuk kelompok yang masing-masing berjumlah tujuh peserta. Secara berkelompok mereka mengerjakan tugas yang diberikan pembina.

Peserta ekstrakurikuler PMR SMP Negeri 2 Margasari  berjumlah 42 siswa telah  mengikuti uji kecakapan  PMR di Gedung PMI Slawi. Semuanya lulus pelatihan dan dilantik menjadi anggota PMR Oleh    : Singgih Nurdianti 8C madya. Teman-teman, dalam keanggotan PMR ada 3 tingkatan yaitu mula (SD), madya (SMP), dan wira (SMA). Mereka bertugas di bidang sosial dan kemanusiaan. Di sekolah mereka membantu teman-taman yang sakit pada saat KBM maupun ketika upacara di lapangan. Selain itu, juga membersihkan ruang UKS secara bergiliran.

Penulis : Singgih Nurdianti 8C
Editor: May Saroh 8A

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai