
Hai, teman-teman, sudah pernah berkunjung ke Clirit View Wana Wisata apa belum? Itu lho objek wisata baru di Kabupaten Tegal yang sedang heboh. Kalau belum pernah ke sana, saya akan bagikan pengalaman pada waktu jalan-jalan ke sana.
Clirit View Wana Wisata adalah objek wisata alam hutan cemara yang dihiasi dengan taman untuk berswafoto. Lokasinya berada di hutan cemara Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Teman-teman yang mau ke sana bisa lewat jalan raya Banjar Anyar lurus melewati SMA 1 Balapulang terus lurus, sampai di pertigaan Balai Desa Kalibakung belok ke kiri. Setelah melewati tanjakan, ada pertigaan belok ke kanan beberapa meter. Dari situ sudah kelihatan lokasinya.
Sebelum memasuki tempat wisata Clirit View saya harus membeli tiket masuk sebesar Rp 10.000,00 per orang. Setelah itu, saya memasuki pintu gerbang yang bertuliskan Clirit View Wana Wisata kemudian jalan-jalan mengelilingi objek wisata tersebut. Di sana ada beberapa rumah adat diantaranya rumah adat Bali dan Yogyakarta. Di bawah rindangnya pohon cemara, terdapat taman bunga , kolam ikan, sarang burung raksasa, garden rabbit, dan balon raksasa.
Para pengunjung berswafoto di tempat-tempat tersebut. Menurut salah satu pengelola Clirit View, Bapak Karim, tempat favorit untuk berswafoto adalah balon raksasa dan kolam ikan. Balon berukuran besar dengan warna-warni pelangi itu diminati pengunjung untuk berfoto. Begitu pula kolam ikan, banyak pengunjung yang ingin mengambil gambar di sekitar kolam. Mereka rela mengantre menunggu pengunjung lain yang sedang berfoto ria.

Selain taman dan tempat-tempat untuk berswafoto tersebut, di Clirit View ada pula kamus basa Tegal. Tempat tersebut tidak terlalu luas, kira-kira 4m x 4m. Di sana terpajang papan-papan kayu bertuliskan kosa kata berbahasa Tegal. Ada kata enyong, ora, meyeg, toli,anjog, ruwag, tarok, dan masih banyak kata lainnya yang terdapat pada kamus basa Tegal. Bagi orang asli Tegal, kata-kata tersebut bisa mudah dipahami artinya, tetapi bagi orang di luar Tegal, mungkin kata-kata dalam bahasa Tegal ada yang tidak dipahami artinya. Nah, dengan adanya kamus basa Tegal ini merupakan tempat belajar bahasa Tegal yang menarik dan tidak membosankan. Sambil bersenang-senang kita dapat belajar bahasa pula.
Sebagai orang asli Tegal, saya merasa senang dan bangga dengan adanya kamus basa Tegal itu. Saya baru menemukan obyek wisata yang menyenangkan sekaligus bisa dijadikan tempat belajar bahasa. Semoga pengunjung tertarik membaca kamus basa Tegal.
Penulis: Sumnia 8A
Editor: Nur Rahmawati