Teman-teman, kalian tentu mengenal sosok Jenderal Sudirman, bukan? Itu lho Panglima Besar TNI yang memimpin gerilya di wilayah Jawa Tengah melawan penjajahan Belanda. Beliau lahir di Purbalingga, 24 Januari 1916 dan wafat di Magelang 29 Januari 1950.
Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman sebagai Pahlawan Nasional dan Pandu Hizbul Wathan sudah sepantasnya menjadi teladan bagi generasi muda penerus bangsa. Sejak 77 tahun yang lalu Pak Dirman (Jenderal Sudirman) sebagai Pandu Hizbul Wathan dalam usianya yang masih muda yaitu 25 tahun. Beliau sudah melaksanakan salah satu kegiatan pandu, melaksanakan jalan dan berkemah dari Cilacap sampai Batur yang letaknya di perbatasan Banjarnegara dan Wonosobo.
Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman sebagai Pahlawan Nasional dan Pandu Hizbul Wathan sudah sepantasnya menjadi teladan bagi generasi muda penerus bangsa. Sejak 77 tahun yang lalu Pak Dirman (Jenderal Sudirman) sebagai Pandu Hizbul Wathan dalam usianya yang masih muda yaitu 25 tahun. Beliau sudah melaksanakan salah satu kegiatan pandu, melaksanakan jalan dan berkemah dari Cilacap sampai Batur yang letaknya di perbatasan Banjarnegara dan Wonosobo.
Apa yang dilakukan Jenderal Sudirman waktu itu patut kita teladani dan kita ikuti jejaknya. Hal-hal yang patut kita contoh diantaranya selalu berwudhu dan menjalankan salat lima waktu dengan tepat. Hal ini patut kita teladani. Beliau tidak lepas dari kendi (tempat air). Di manapun ia tidak lepas dari berudi (berwudhu), jadi selamanya Sudirman dalam keadaan suci karena berwudhu.
Jenderal Sudirman memiliki semangat juang yang sangat tinggi. Sejak umur 25 tahun, Sudirman terbiasa bergerilya yaitu berjalan dan berkemah dengan menempuh jarak yang sangat jauh dan dilakukan hingga bertahun-tahun lamanya untuk berjuang melawan penjajah Belanda. Meskipun dalam keadaan sakit, beliau tetap semangat bergerilya. Hebat, ya, teman-teman. Sebagai generasi muda, kita hendaknya mencontoh semangat beliau, bukan untuk melawan penjajahan, tetapi semangat belajar dan berkarya untuk kemajuan bangsa Indonesia tercinta ini.
Banyak kegiatan yang bisa kita lakukan sebagai bentuk penerapan keteladan terhadap Jendral Sudirman, khususnya menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini. Misalnya, teman-teman pelajar yang menjadi Paskibra baik di sekolah, di kecamatan, kabupaten, apalagi di tingkat nasional harus memiliki semangat yang tinggi dalam latihan, tak boleh cepat lelah apalagi mengeluh. Teman-teman yang ditunjuk mengikuti lomba-lomba harus bersedia, tidak boleh menolak. Masih banyak contoh kegiatan lainnya, yang paling sederhana dan mudah dilaksanakan adalah mengikuti upacara HUT RI dengan hikmat. Pasti bisa, kan, teman-teman?
Penulis: Farizi Arkhan 8C
Editor : Nur Rahmawati
