Parakan Kidang adalah salah satu tempat bersejarah berupa bendungan air yang terletak di Pedukuhan Jatilawang, Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Menurut Dakiman,warga Jatilawang, asal-usul pemberian nama Parakan Kidang diambil dari kata Parakan yang berarti panahan dan kidang yang berarti rusa. Jadi, arti Parakan Kidang dalam bahasa Indonesia adalah rusa yang dipanah. Menurut warga sekitar, tempat ini dibangun pada tahun 1911 di kawasan sungai di tepi hutan jati yang lebat. Dahulu hutan itu dihuni hewan-hewan, diantaranya adalah kidang atau rusa dengan jumlah yang cukup banyak. Tempat ini merupakan peninggalan pada masa kolonial Belanda yang identik dengan warna biru tua dengan bangunan yang berupa beton dengan luas 1.520 hektar.
Tempat yang berupa saluran pintu air ini berfungsi untuk mengendalikan arus air. Tempat ini juga berfungsi sebagai irigasi untuk mengairi sawah warga yang terletak di sekitar tempat ini. Namun, karena sekarang musim kemarau, air bendungan menjadi mengering.
Parakan Kidang ramai dikunjungi oleh orang, khususnya kaum remaja. Mereka datang ke tempat ini untuk berfoto, bersantai menikmati pemandangan alam. Ada juga yang ingin mengetahui sejarah mengenai Parakan Kidang. Di sana ada jembatan gantung yang berguna untuk menghubungkan dua tempat yang dibatasi sungai. Karena dikelilingi banyak pepohonan, tempat ini menjadi sejuk. Tidak ada batasan waktu bagi pengunjung yang ingin berkunjung ke Parakan Kidang. Para pengunjung bebas berkunjung kapan saja tanpa dipungut biaya masuk.
Penulis : Sumnia Hayati 8C
Editor : May Saroh